Nasib Guru Honorer

11th July, 2010 Ditulis Oleh Nugs | Diposting Pada Pendidikan.

Jika kita mendengar tentang nasib para guru-guru honerer di indonesia tentu kita bisa menebak penuh dengan ketidak pastian, menyedihkan dan penuh dengan penderitaan. Dengan gaji yang tidak menentu untuk membiayai hidup dan mereka harus bekerja tanpa tanpa kenal lelah. Banyak guru-guru honorer yang di gaji Rp.200.00/bulan, secara realita tidak mungkin cukup untuk biaya hidup. Pihak sekolah Cuma berkata ya kalo mau segitu kalo nggak mau ya “Go out saja”. Mereka mau tidak mau harus menerima kenyataan kerena tidak ada pilihan lagi, selama bertahun tahun mereka kuliah untuk menjadi guru atau memang tidak ada lapangan pekerjaan.Yang dibenak mereka Cuma menunggu harapan yang tidak pasti yaitu untuk diangkat menjadi PNS. Dan harapan itu tidaklah pasti karena banyak dari mereka yang sampai belasan tahun mengabdi sebagai guru belum juga di angkat. Selama bertahun-tahun mereka mengabdi dan hanya kewajiban yang mereka miliki  tanpa mempunyai hak. Hak dalam arti di beri imbalan yang layak sesuai dengan pekerjaan. Mungkin bisa di umpamakan seperti TKI luar negeri yang bekerja di negeri sendiri, Cuma bedanya TKI di negara lain bisa menghargai TKI karena mereka mengakui hak untuk digaji sesuai pekerjaannya,padahal guru honorer berperan dalam mencerdaskan bangsa, ironis sekali.

Pemerinta bila di lihat selama ini acuh tak acuh saja. Padahal kebutuhan guru di tanah air masih banyak di butuhkan. Kita tidak menampik alasan keterbatasan anggaranlah yang menyebabkan mengapa terlalu banyak guru honorer yang belum di angkat di tanah air. Tapi perlu di ingat bahwa anggaran pendidikan di indonesia terbesar di antara yang lain. Begitu pula kini pemerintah juga mampu membayar bagi sertifikasi guru yang jumlahnya satu kali dari jumlah gaji pokok. Tetapi mengapa untuk para guru honorer kesannya begitu berat dalam mengangkat mereka. Setidaknya di akuilah mereka sebgai staf pengajar dengan memberi gaji atau boleh dibilang uang lelah langsung dari pemerintah minimal stadar upah minimum. Biar mereka merasakan jerih payah yang selama ini mereka lakukan. Sebagai ibarat berikanlah mereka sesuap nasi diantara berpiring-piring nasi yang disediakan pemerintah untuk Guru negeri.

Dengan pemerintah mengalokasikan anggaran pendidikan sebesar 20%, apa tidak terpikirkan untuk menoleh sedikit kepada nasib guru honorer . Kalaupun belum  bisa mengangkat mereka sebagai pegawai negeri, setidaknya berikan sedikit alokasi dari anggaran pendidikan itu untuk menggaji mereka.

3 Responses to “Nasib Guru Honorer”

  1. 1
    ajun d'papua Says:

    ya,ya,ya, masalah guru-guru honorer memang menjadi suatu kendala yang menurut saya belum terselesaikan sejak lama. Di papua juga hal yang sama terjadi. Pemerintah hendaknya tidak memandang sebelah mata mengenai maslah ini. Semoga di waktu-waktu mendatang dapat lebih baik lagi

  2. 2
    Rosi Says:

    Ya memang benar sungguh ironis sekali keadaannya. Saya merasakan sendiri rasanya menjadi guru honorer, yang di haruskan melaksanakan kewajiban yang sama dengan guru PNS, tetapi timbal balik nya yang kita dapatkan sangat tidak layak. Namun apa penyebab kita para guru honorer bertahan ? karena janji pemerintah lah yang mengiming-iminginnya, kalau semua guru honorer pasti akan diangkat seluruhnya. Yang padahal kenyataannya saya sendiri telah menanti bertahun-tahun realisasi janji itu, sampai detik ini belum juga. Mudah-mudahan ada pencerahan kedepannya untuk nasib para guru honorer ini…

  3. 3
    rodes berbagi informasi Says:

    itulah yang perlu dibenahi di indonesia.
    perlu perbaikan dimana-mana. . .

Leave a Reply

CommentLuv badge